Sandarkan
hatimu kedalam peluk rengkuhNya, menangislah.. sepuas kau tumpahkan
segala resah yang mungkin membebani. adukan segalanya kepada sang
pemilik napas. jadikan IA tumpuan disegala apa yang kau rasa.. tangis,
bahagia, duka dan luka. bukankah BAHAGIA dan DUKA itu IA yang ciptakan
?? tapi tak semua orang mampu bersyukur atas nikmat bahagia yang ia
dapatkan. dan jika dalam keadaan duka pun ia berpaling dariNya.. hhmmm
wallahu'alam.
Selasa, 17 Januari 2012
Senin, 16 Januari 2012
Rabb.. peluk aku, sehingga tiada kata lelah dalam napas ku.
Semuanya seakan menggumpal di ubun-ubun, ingin ku muntahkan segala rasa
yang membelenggu jiwa menyokong dan menyesakan dada. agar ku dapati
setitik kelegaan yang mematri dalam lara.
aku.. ya !! aku disini seakan membenci diri sendiri. mencoba memejam mata namun tak ku sanggupi.. mencoba berteriak namun ku tak kuasa. lalu ku pilih diam.. walau diam bukan batas akhir dari segala rasa yang menghimpit. entah rasa apa ini ?? aku pun tak mengerti, yang ku tau.. seakan dada membuncah namun tak ku temui titik celah untuk ku keluarkan. sampai akhirnya.. rasa itu berdiam dan menjadi belenggu bagiku sendiri.
Rabb.. jika memang rasa ini adalah teguran atasMu terhadapku. maka aku pun akan memohon ampun... ampunkan atas semua nista yang mungkin ku lupakan. ampun kan atas semua noda yang mungkin ku ukir. Rabb.. jangan biarkan aku membenci diriku sendiri dengan keadaan ini. jangan biarkan rabb ku...
dan jangan pula KAU hadirkan rasa yang berlebih untuk mereka, jika hadirnya rasa itu hanya akan menyiksa dan menyakiti qalbu nya. biar ku peluk erat nur Mu dalam belaian lembut cinta Mu saja.. dan biarkan semuanya mengalir tanpa harus menyakiti seonggok qalbu. cukup Engkau yang menjadi penolong dan penjagaku..
aku.. ya !! aku disini seakan membenci diri sendiri. mencoba memejam mata namun tak ku sanggupi.. mencoba berteriak namun ku tak kuasa. lalu ku pilih diam.. walau diam bukan batas akhir dari segala rasa yang menghimpit. entah rasa apa ini ?? aku pun tak mengerti, yang ku tau.. seakan dada membuncah namun tak ku temui titik celah untuk ku keluarkan. sampai akhirnya.. rasa itu berdiam dan menjadi belenggu bagiku sendiri.
Rabb.. jika memang rasa ini adalah teguran atasMu terhadapku. maka aku pun akan memohon ampun... ampunkan atas semua nista yang mungkin ku lupakan. ampun kan atas semua noda yang mungkin ku ukir. Rabb.. jangan biarkan aku membenci diriku sendiri dengan keadaan ini. jangan biarkan rabb ku...
dan jangan pula KAU hadirkan rasa yang berlebih untuk mereka, jika hadirnya rasa itu hanya akan menyiksa dan menyakiti qalbu nya. biar ku peluk erat nur Mu dalam belaian lembut cinta Mu saja.. dan biarkan semuanya mengalir tanpa harus menyakiti seonggok qalbu. cukup Engkau yang menjadi penolong dan penjagaku..
Rabb.. peluk aku, sehingga tiada kata lelah dalam napas ku.
Kamis, 22 Desember 2011
Ketika kupalingkan pada sebuah PENA
Hilangnya kata dalam makna sebenarnya
mengalihkan semua rasa yang menyimpan beribu arti
hingga mampu memalingkan dari semua rasa yang menggebu
bukan ku tak mampu.. tapi ku memalu.
dan ketika kupalingkan pada sebuah pena...
semuanya seakan mengadu pada selembar kertas polos
terus menari seakan memacu pada kebebasan
merangkai kata dalam sebuah bait.
merangkum indah bahasa qalbu yang mengalir penuh makna
dan aku.. aku pun terus terlena dengan jemariku
seakan enggan untuk berlalu..
bahkan membiarkan tanda (.) hadir di akhir bait qalbu ku.
Minggu, 18 Desember 2011
Rinduku kepada sang pemilik RINDU
Tatkala rindu menyelusup halus di dinding qalbi..
mengisyaratkan rasa yang menggebu ingin berjumpa.
mengimpikan segenap asa tuk saling mengadu.
kepada siapa pemilik rindu ini sesungguhnya ???
bukan adam yang menjadi pemimpi saat hati merapuh
melainkan kerinduan tanpa berwujud namun NYATA.
kerinduan yang hanya bisa tersentuh oleh qalbi yang benar merinduNYA.
dan kerinduan yang hanya bisa terasa oleh sebentuk qalbi yang menghambaNYA.
Rabby... sungguh amat terasa rasa ini tuk merinduMU..
tetesan air mata hingga sanggup menenggelamkan disetiap malam yang ku lalui.
hingga ku memalu pada setiap napas dan nikmat yang KAU beri.
yang sesungguhnya aku rapuh tanpa sentuhan cintaMU.
dan kini aku berkata...
Rinduku kepada sang pemilik RINDU.
Rinduku kepada sang pemilik RINDU.
Illahirobby...
Langganan:
Postingan (Atom)


