Jumat, 10 Desember 2010

::: Cerita Indah Sejenak :::

lara hati tlah kau hapus
mencoba masuk kedalam hati yang tlah beku
ku akui adanya rasa itu memang ada untukmu 
namun... perasaan berkata lain
saat ku lihat sejenak siapa diriku.
ku coba pergi dari kenyataan yang kurasa
mengharap rasa itu hilang dari hati ini
bahagia aku mengenalmu
bahagia aku mencintaimu
bahagia ku sempat memiliki hatimu
tapi maafkanlah kasih...
rasa yang ku beri harus kusimpan kembali
biar kau dan aku hanya jadi cerita indah sejenak.


Rabu, 08 Desember 2010

::: MEnyakiti dan TERsakiti :::

mungkin sebagian orang bilang " kenapa harus ada kata menyakiti dan saling menyakiti " ??? itu ungkapan sebagian orang yang mungkin lagi ngerasa disakiti atau bisa juga menyakiti, walaupun menurutnya itu bukan tujuan awalnya. kadang aku juga heran... perasaan orang kedua belah pihak itu kontras banget. yang merasa disakiti bilang "kamu kok gampang banget ambil keputusan itu tanpa pikir panjang,dan bla bla bla..." dan yang satunya lagi yang menyakiti bilang "kamu ga tau dan ga akan perah tau perasaan aku kaya gimana, bla bla bla... " nah lho... kalo kaya gitu gima tuh jadinya ??? yang satunya ngotot pengen tetep mertahanin hubungannya, dan yang satunya lagi ngotot juga pengen ninggalin karena mungkin ada seseuatu yang belum bisa dia terima. mungkin karena sikap, sifat, atau... bisa juga karena keegoisannya sendiri yang mungkin sudah merasa jenuh dengan hubungan yang dijalaninya dan akhirnya mencari celah kesalahan pasangannya itu. ckckckkk... kalo semua orang bisa ambil keputusan segampang itu gimana tuh ?? 
ada halnya mungkin sebagian orang beranggapan semua itu hanya masalah kecil bagi si " penghianat " .waahh... kalau itu pasti menurut saya. karena memang perasaan si tersakiti dan si menyakiti jauh berbeda. bahasa gaulnya " kontras beedhh daah "... ckckckkk
nah... sekarang kita coba intropeksi diri dulu deh.. ayukk kita mulai nilai diri sendiri sebelum kita menilai orang lain. apakah kita benar atau... kita lebih buruk ?? 
yuk kita mulai menilai dengan memandang ungkapan seperti yang diatas. silahkan...

Senin, 06 Desember 2010

::: Jatuh Cinta :::

Awalnya kutak mengerti apa yang sedang kurasakan
Segalanya berubah dan rasa rindu itu pun ada
Sejak kau hadir disetiap malam ditidurku
Aku tahu sesuatu sedang terjadi padaku
Sudah sekian lama kualami pedih putus cinta
Dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara
Dan hadirmu membawa cinta sembuhkan lukaku
Kau berbeda dari yang kukira
Aku jatuh cinta kepada dirinya
Sungguh-sungguh cinta
Oh apa adanya
Tak pernah kuragu
Namun tetap selalu menunggu
Sungguh aku…
Jatuh cinta kepadanya
Coba-coba dengarkan apa yang ingin aku katakan
Yang selama ini sungguh telah lama terpendam
Aku tak percaya membuatku tak berdaya
Tuk ungkapkan apa yang kurasa
Kadang aku cemburu
Kadang aku gelisah
Seringnya ku tak mampu lalui hariku
Tak dapat kupungkiri
Hatiku yang terdalam
Betapa aku jatuh cinta kepadanya.
 
itu adalah lirik dari lagu yang ku copy, hhhmmmm.. jadi inget curhatan temen ku smalem. setelah ku resapi ternyata hampir sama kisahnya dari temenku itu. dengan muka sumringahnya dia bilang " aku udah ga ngrasa sepi lagi, udah ga ngrasa kalo hidup q cuma di ada penyesalan, dll " 
hhhmm... sebagai seorang sahabat pastilah ngrasa lega denger ungkapan sahabat baiknya yang lagi ngrasa jatuh cintrong itu. kata demi kata aku coba manjadi pendengar setianya.dan seperti biasanya... kalo kita lagi ngbahas tentang perasaan pasti ga kenal waktu,.ckckckkk
back !!
sedikit aku menyaring dari ungkapan sahabatku itu. memang bener juga. ga tau kapan dan dimana cinta itu datang.. disekolah, di kantor, di kampus, di halte, di pasar, di kereta, bahkan mungkin ada juga yang di tempat tempat yang sebelumnya ga kita sangka bakal ketemu ma orang yang kita suka. ga bisa di pungkiri juga... aku pun pernah ngrasain yang kaya gitu.hohhohoo... curcol deh. :")
tapi kadang kita sendirinya yang ga bisa menyikapi kehadiran cinta itu sendiri. atau mungkin bisa dibilang kurang peka. kadang kita hanya memangdang orang yang kita cintai dari pada orang yang mencintai kita. nah lho ... ko bisa gth ??? 
ya emang nyata... kadang kita ga bisa mnerima keadaan yang sesungguhnya. kalo memang diluar sana ada orang yang bener bener sayang bahkan cinta ma kita. yang ada di otak kita cuma ada orang yang kita anggep sempurna.walaupun si orang tersebut ga pernah memandang kita sedikitpun. bener gaa ??? 
hhhmmm... memang kalo di hadepin ma ma situasi kaya gth mending malih yang mana hayu ??? 
kalo aku sih mending " ........... " . hehheheuu


Minggu, 05 Desember 2010

::: Muslim Romantis :::

Apa yang biasanya terlintas di benak kita tatkala mendengar istilah “romantis”? Seperti pada gambar berikut inikah?
Ataukah yang di bawah ini?
Kalau kita sering menyaksikan film komedi romantis, barangkali kita membayangkan seorang pria berlutut di depan seorang wanita. Si pria menyodorkan cincin seraya mengucapkan, “Will you marry me?” Tak ketinggalan, latar belakangnya adalah sunset di tepi pantai, deburan ombak, dan alunan love songs ala Julio Iglesias atau Ari Lasso.
Bila kita kebanyakan nonton sinetron, terbayanglah rayuan klise: “Gunung tinggi kudaki, lautan luas kuseberangi. Semua itu demi dirimu seorang, Sayang.” Lalu disodorkanlah sekotak kado istimewa sebagai kejutan, sekuntum mawar merah, dan serangkaian kata-kata puitis. Tak ketinggalan, diperlihatkanlah pelukan hangat, makan malam berdua di bawah bulan purnama atau dengan diterangi sebatang lilin, lalu sang kekasih ditelpon malam-malam hanya untuk ucapan selamat tidur!
Begitulah gambaran romantis di benak banyak orang. Begitu jugakah gambaran romantis di blog ini?
Tunggu dulu. Memang, pengertian romantis di benak banyak orang itu kami hargai. Karenanya, dinamika percintaan yang kami paparkan di blog ini kami batasi antara pria-wanita saja. Namun, kami memaknai istilah “romantis” secara lebih luas.
Dengan merujuk Teori Enneagram warisan kaum sufi, kami berpandangan bahwa ciri khas sifat romantis:
  1. bermisi mencari cinta sejati.
  2. berpersepsi: “Kebahagiaan sejati terletak di lubuk hati yang paling dalam.”
  3. berpola pikir: “Kita akhirnya akan lepas dari masa-masa sulit.”
  4. bersikap percaya diri; berani dan tabah hadapi rintangan dan penderitaan; rela berkorban untuk kepentingan orang lain; betah “jauh di mata, dekat di hati”; dan lebih menghargai kualitas batiniah daripada penampilan lahiriah.
  5. berekspresi secara kreatif dan unik; variatif; indah; dramatis (penuh imajinasi dan perasaan mendalam); dan simbolis (menggunakan lambang atau ungkapan kiasan, tidak to the point).
Mudah-mudahan Anda sependapat dengan pandangan kami tersebut. Namun, kalau pun berseberangan, tidak mengapa. Kami tidak memaksa Anda untuk menerima pengertian kami. Bagaimanapun, apa pun definisi Anda mengenai istilah “romantis”, pertanyaan kami hanya satu:
Apakah Anda sedang mencari cinta sejati?