Tiba tiba ada request dari ID "glensutarman" dengan avatar yang hanya dibalut dengan warna hitam saja dari yahoo! messenger ku. Terkejutnya aku di depan laptop melihat itu walau hanya dengan sebatas Pop-up message. Siapa ini?. Aku approve saja permintaanya. Dan blakk!! pintu di kamar dibelakangku yang gelap tertutup dengan keras. Pikirku itu tertutup oleh angin. Kini hanya ada cahaya dari layar laptop saja yang bisa kulihat.
Langsung saja dia menyapa ku di chat "Terus pandangi layar". Bulu kuduk ku berdiri. Aku menurut saja apa yang dikatakanya. Ku teguk setengah gelas bir lokal sisa semalam dengan teman temanku. Hanya sedikit, tidak membuatku mabuk. "Berapa harga dari hidupmu?". "Apa?" ku tanya balik dia di chat. "Harga hidupmu bahkan tak lebih dari muntahan anjing" katanya.
Siapa orang kurang ajar yang berani berkata seperti itu padaku?. "Kau sekarang berada dalam ketiadaan. Hidup antara Mati. Aku tahu kau baru saja meneguk segelas bir". Keringat dingin mengucur di kepalaku. Akhirnya aku menyadari sekelilingku gelap gulita. Apakah orang itu ada dikamarku?. "Hey, dimana kau?" balasku. "Dibelakangmu".
Saking kagetnya kaget setengah mati, Aku mundur terlempar dari layar laptopku. Hingga pintu kamar terhentak olehku. Akh... tepat dibelakangku tertancap pisau panjang dan menembus hingga perut. Dan kucabut pisau itu perlahan. Darah mengucur dengan deras dari belakangku. Tulangku patah, Aku terengap engap kehabisan nafas. Hingga akhirnya aku tidak bisa berdiri.
Lampu kamarku menyala. Dengan pengelihatanku yang samar, tengah berdirilah di depanku seseorang memakai jubah hitam dengan topeng yang sangat menyeramkan. Ia memegang handphone. Rupanya benar ia yang sedari tadi chat denganku dan menysup kamarku tiba tiba. Visualisasiku semakin hitam dan menghitam dan kondisi tubuh yang terus memburuk. Mukanya didekatkan padaku dan mengucapkan "Selamat tinggal". Tetapi bukan hanya dia yang aku tinggalkan, tetapi semua kehidupan duniaku.
Sabtu, 25 September 2010
inikah FIRST LOVE?
Saat itu sore hari, aku sedang duduk-duduk di teras rumah untuk mencari udara segar. Disebelah tangan kananku, aku memegang teh kotak. Dan disebelah tangan kiriku, aku memegang Hp. Sambil melihat-lihat langit dan minum teh kotak, tiba-tiba saja tangan kiriku bergetar. Ternyata ada sms masuk. Hmm.. dari Monic, teman tetanggaku. “Dita, sudah jam 4 nih. Ayuk kita jalan² keliling taman. Aku tunggu di depan rumahku yah.”Setelah selesai membaca sms itu, aku pun langsung keluar rumah untuk menghampiri Monic. Rumahku dan rumah Monic hanya beda 7 rumah, sangat dekat. Monic adalah teman baikku dari kecil, sekarang ia duduk di kelas SMP I, lebih tua dariku setahun. Monic sekolah di SMP Permata Indah, sedangkan aku di SD Harapan Kasih. “Ditaaaaaa!” Seseorang memanggil namaku. Aku kenal suara itu – sangat mengenalnya. Aku melirik kesana kemari. Itu dia Monic! Aku langsung menghampiri Monic yang sedang berdiri di depan rumahnya. Aku dan Monic pun langsung menuju ke sebuah taman yang tidak begitu jauh dari rumah kami. Kami sudah terbiasa jalan-jalan sore seperti ini.*** Aku melihat jam di Hp-ku. Ternyata sudah jam 6 lewat. Aku dan Monic harus cepat-cepat pulang karena kalau tidak, mamaku bisa ngomel-ngomel karena pulang terlalu sore. Maklum saja, aku masih SD. Di perjalanan pulang menuju ke rumah, tiba-tiba saja aku melihat Monic berhenti berjalan dan ia bertemu dengan seorang laki-laki. Monic mengobrol dengan laki-laki itu dengan sangat – akrab. Aku penasaran siapa laki-laki itu. Aku mencoba mengintip-ngintip melihat wajah laki-laki itu. Hmm.. aku tidak mengenalnya, bahkan belum pernah bertemu dengannya. Aku memperhatikan wajahnya, benar-benar rasanya jantung ini berdetak 2x lebih cepat! Ternyata wajah laki-laki itu benar-benar tampan. Dengan tinggi yang tidak beda jauh dariku, ia memakai kaos biru tua dan celana jeans yang hanya sepanjang lutut. Benar-benar aku terpesona melihatnya. Di dalam hatiku, aku terus bertanya-tanya siapa laki-laki itu.Sesaat aku sedang memperhatikan laki-laki itu dari jarak yang lumayan dekat, tiba-tiba saja Monic menarik tanganku dan segera mengajakku untuk kembali melanjutkan perjalanan pulang. Aku segera melirik jam lagi, ternyata sudah jam setengah 7! Gawat! Aku bisa kena omel oleh mamaku. Aku dan Monic segara buru-buru pulang.Sesampai di rumah aku benar-benar terus memikirkan tentang laki-laki itu. Kenapa selama ini aku tidak pernah melihatnya kalau ternyata rumah dia tidak begitu jauh dari sini? Aku berencana untuk menanyakan Monic tentang laki-laki tadi. Tetapi kapan? Jujur saja, aku tidak berani untuk menanyakan hal-hal seperti ini. *** Ternyata hari ini sudah hari kamis lagi, sudah sebulan semenjak aku bertemu dengan laki-laki itu. Sampai hari ini aku pun belum bertemu dengannya lagi. Setiap hari aku terus berharap agar bisa melihat laki- laki itu, walaupun melihatnya semenit saja pun tidak apa-apa rasanya bagiku. Setiap hari aku terus memikirkan siapa nama laki-laki itu, sekolah dimana dia, sudah kelas berapa dia. Pertanyaan-pertanyaan itu terus menghantuiku sebulan terakhir ini. Bahkan, sampai hari ini pun aku masih tidak berani bertanya kepada Monic. Sungguh apakah aku pengecut? “Ditaaaaa!” Ternyata suara mama memanggilku. Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar menghampiri mama yang sedang ada di dapur. “Dit, tolong kamu belikan mama terigu yah 2kg saja di warung dekat taman sana. Ini uangnya.” Kata mama sambil memberikanku sejumlah uang. Sebenarnya aku malas untuk pergi ke warung, tetapi mendengar mama berkata kalu warung nya dekat taman, tiba-tiba saja aku teringat kalau rumah laki-laki yang saat itu juga dekat dengan taman. Aku hanya bisa berharap agar aku bisa bertemu dengannya hari ini.Sesampai aku di warung ini, terdengar suara kaki orang berjalan seperti sedang menuju kemari. Aku menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang datang. Ternyata! Laki-laki itu! Aku benar-benar senang bisa melihat – bisa bertemu dengan laki-laki itu lagi. Entah kenapa rasanya sangat bahagia bisa melihat dan bisa bertemu lagi. Aku benar-benar sangat memperhatikannya saat ini, ia memakai baju kaos berwarna hitam dengan celana jeans panjang. Tiba-tiba, ia tersenyum! Ia tersenyum melihatku. Apakah dia masih ingat dengan wajahku yang sebulan lalu pernah bertemu di dekat taman saat bersama Monic? Setelah selesai membeli terigu, aku pun pulang. Pelan-pelan aku pergi menjauh dari warung itu sambil memperhatikan dia.Sampai di rumah aku langsung mengambil hp-ku dan dan benar-benar memberanikan diri untuk sms Monic menanyakan tentang laki-laki itu. Dengar-dengar Monic pun ternyata satu sekolah dengannya. Aku juga penasaran kenapa Monic bisa kenal dengannya.Monic membalas sms ku! Monic memberitahukan semuanya yang ia tahu tentang laki-laki itu. Sampai-sampai Monic curiga dengan ku kenapa bertanya tentang laki-laki itu. Ternyata nama laki-laki itu JEREMY♥ ! Benar-benar nama yang aku sukai. Ia juga benar satu sekolah dengan Monic, dan ia kelas SMP3 sekarang. Jeremy. Jeremy. Jeremy. Nama itu jadi terus menghantui pikiranku. Ternyata ia beda 3 tahun denganku. Yaa mulai semenjak itu, setiap hari, setiap minggu, bahkan setiap bulan aku hanya bisa berharap suatu hari aku bisa berkenalan dengannya. Aku merasa, aku suka padanya – yah, aku benar-benar suka padanya, seperti cinta pada pandangan pertama. *** Tak terasa hari ini aku sudah akan di MOS menjadi murid SMP. Aku menetapkan untuk sekolah di SMP Permata Indah juga. Yah, selain banyak teman-teman dan saudara ku yang di bersekolah ini, ingin bertemu dengannya juga adalah salah satu alasanku masuk di sekolah ini. Saat ini aku dan teman-teman baruku yang lainnya sedang ditugaskan untuk menyapu di lapangan sekolah. Beginilah rasanya di MOS, selalu di suruh-suruh.Sesaat aku sedang menyapu di dekat gerbang sekolah, aku melihat seperti.. sesosok orang mirip Jeremy. Semakin dekat aku melihatnya, ternyata benar! Itu Jeremy! Akhirnya hari ini aku benar-benar bisa melihatnya, benar-benar bisa bertemu dengannya lagi. Tidak salah lagi, itu Jeremy. Aku benar-benar sangat mengenal dan mengingat wajahnya. Aku melihatnya sedang di MOS juga, ya, sekarang dia sudah kelas SMA I. dia memakai seragam SMP putih – biru, dengan memakai topi buatan sendiri dari kertas, dan sepatu hitam dengan kaos kaki sepanjang betis, sambil membawa keranjang belanja kesana kemari. Aku tertawa kecil. Melihatnya berpakain layaknya orang culun seperti itu. Aku bahkan tidak menyangka, aku bisa bertemu dengannya disini, hari ini.“Hey! Lanjutin sapunya! Jangan bengong terus kerjaannya!” Seorang kakak kelas menegerku. Ah. Mikir apa aku ini sampai lupa menyapu. Tiba-tiba sosok Jeremy menghilang diantara kerumunan orang, sesaat aku menoleh ke arah kakak kelas yang menegurku tadi. Aku terus melihat kesana kemari tetapi tetap tidak terlihat sosok Jeremy lagi.Ternyata tugas menyapu pun sudah selesai, lalu aku dan yang lain kembali ke gedung sekolah. *** Sekarang bulan April 2009. Benar-benar cepat tak terasa aku sudah akan naik kelas SMP2 sebentar lagi. Aku sedang duduk di depan computer, sedang membuka facebook dan mengerjakan tugas. Sekarang sedang benar-benar jamannya orang-orang main facebook. Tiba-tiba Monic mengajakku chat dif b. ia memberitahukan bahwa ternyata Jeremy memiliki fb Monic juga tau kalu aku menyukai Jeremy. Namun jujur saja, aku sekarang sudah tidak begitu menyimpan rasa terhadap Jeremy. 5 bulan terakhir ini aku benar-benar tidak bertemu dengannya di taman atau di tempat-tempat lainnya. Sampai-samapai aku merasa menyukai orang lain, teman sekelasku, bernama Rio.Aku pun segera membuka fb Jeremy. Nama fb dia adalah ‘Nicolas Jeremy’. Hmm ternyata nama lengkapnya adalah Nicolas Jeremy. Aku tersenyum kecil. Melihat foto profile picture Jeremy, dengan foto close-up dan senyuman yang membuatku teringat saat aku bertemu di warung saat itu kira-kira satu tahun yang lalu. Dan semenjak saat itu aku sering melihatnya, aku juga tidak tahu apakah Jeremy sadar kalau aku ada di sekitarnya saat itu. Baru 5 bulan terakhir ini aku tidak pernah melihatnya lagi. Setelah merenung sebentar, aku pun menetapkan meng-add fb nya.*** Setelah hampir seminggu menunggu, akhirnya friend request ku di confirm olehnya. Saat itu aku juga sedang online fb, dan aku melihat di bagian chat, Jeremy ternyata sedang ol juga. Aku ingin mencoba mengajaknya chat. Namun aku tidak berani. Sesaat aku akan logout fb, tiba-tiba saja ada yang mengajakku chat. Aku lihat siapa. Oh Tuhan! Ternyata Jeremy! Benar itu Jeremy yang mengajakku chat. Kami pun saling berkenalan. Entah kenapa hal seperti itu terjadi dengan alami begitu saja. Hmm dia juga meminta nomor Hp ku. Rasanya benar-benar keinginanku sudah terkabul. Rasa yang sudah mulai hilang itu, sekarang mulai muncul lagi.*** Ya, bahkan setiap hari aku sms-an dengannya. Aku juga benar-benar merasa akrab dengannya. Aku juga bingung kenapa hari itu dia bisa mengajakku chat dan meminta nomor Hpku, sampai akhirnya aku bisa berkenalan dan dekat seperti ini dengannya. Ini memang adalah salah satu keinginanku dulu.Benar-benar aku tidak menyangka! Di sela aku sedang sms-an dengannya, tiba-tiba saja dia menyatakn CINTA. Satu hal yang aku inginkan – tetapi juga aku takutkan terjadi juga. Jujur saja, aku masih tidak merasa yakin dengan perasaanku sendiri.“Dita, aku sayang sama kamu. Kamu mau jadi cewe aku?“ Benar-benar rasanya jantungku ingin copot setelah membaca sms itu. Aku masih ragu harus menjawab iya atau tidak.Setelah kuputuskan, dan aku menjawab IYA. Memang benar dari dulu ini adalah keinginan ku. Yaitu bisa berkenalan dan dekat dengannya. Tetapi aku masih tidak bisa menyangka bisa sampai seperti ini, sampai kejadian hari ini.Hari ini tanggal 30 May 2009. Baru saja kami berkenalan tidak lebih dari 2 bulan – dan hari ini aku sudah menjadi pacarnya. Seperti mimpi rasanya.*** Hari ini tepat 3 bulan aku jadian dengannya. Di saat aku dengannya baru-baru jadian, dia sangat perhatian – juga sangat baik terhadapku. Namun mulai bulan ke 2 dan bulan ke 3- dan bahkan sampai hari ini, aku benar-benar lost contact dengannya. Ia tidak pernah membalas sms ku ataupun mengangkat teleponku. Di sekolah pun kami jarang bertemu – bahkan tidak pernah bertemu. Sungguh aku khawatir!Siang itu juga di saat aku sedang merenung memikirkan hal ini, hpku bergetar. Cepat-cepat aku ambil hp yang terletak tidak gitu jauh dari tempat tidurku. Ternyata sms masuk dari ’JMY’. Aku menulis nama Jeremy di kontak Hp ku dengan nama JMY. Benar-benar aku kaget melihat sms darinya. Benar-benar isi sms yang mengecewakan sekali – sungguh .“Dit, maafin aku yah kalo ga bisa bales sms km, ato terima telp km. Aku lg sibuk banget sekarang. Jadi aku rasa lebih baik kita putus. Jeremy. “Benar-benar alasan yang tidak jelas dia berkata seperti itu. Benar-benar sedih aku saat itu. Perasaan ku sangat kacau sekarang. Aku memang sudah yakin dari awal kalau Jeremy memang tidak serius denganku. Ia hanya ingin main-main denganku. Mulai saat ini aku harus melupakan dia. Menghapus dia dari pikiranku! *** Wah benar-benar panas kuping ini. Setelah aku dan Nico bertelepon hamper 2jam! Cukup melelahkan. Tetapi aku sangat senang. Nico, sahabat terbaikku. Dia benar-benar baik denganku. Nico sekarang duduk di bangku kelas SMA I, sedangkan aku sudah kelas SMP3 sekarang. Waktu benar-benar berjalan sangat cepat. Semenjak kejadian satu tahun yang lalu, kejadian tentang aku dan seseorang bernama JMY. Rasanya mau pecah kepalaku mengingat itu lagi. Hah aku lapar, sudah jam 2 siang dan aku belom makan siang.“Mamaaa! Maa! Dimana sih mama?”Detelah aku mencari-cari dimana mama, ternyata ada di dapur sedang masak. Sambil menunggu makan dan duduk di meja makan, aku juga sedang sms-an dengan Nico. Tiba-tiba saja aku melihat nomor tak dikenal sms ku.“Dit, apa kabar? Masi inget aku? Ini Jeremy”. Apaaa?? Jeremy?? *** Semenjak itu, Jeremy, dia jadi sering smsku setiap hari. Jujur saja aku merasa sangat gelisah. Kenapa dia mengajakku sms lagi? Apa benar ada maksud dari semua ini? Sudah hamper 2minggu aku mulai smsan dengannya lagi. Walaupun aku sering tidak membalas sms nya.Sampai hari itu, hal yang tidak ku sangka terjadi lagi. Tiba-tiba dia membicarakan tentang masa lalu. Aku tidak ingin mengungkit masalah ini lagi. Dia meminta maaf padaku – meminta maaf tentang apa yang dulu terjadi. Dan satu hal yang membuat aku gelisah lagi. “Kamu mau jadi cewe aku lagi?” Apaa?? Jadi – dia mengajakku balikan lagi? Pertanyaan itu benar-benar membuat kepalaku penuh.Dengan mantap aku menjawab, “Maaf, aku rasa nggak mungkin. So, just friend yah.”Benar-benar aku lega setelah berkata seperti itu. Dan dia hanya membalas smsku, “Tidak apa-apa J” Sudah. Sesingkat itu. Dan semenjak itu dia tidak pernah sms aku lagi.Nico, sahabat terbaikku sekarang. Aku rasa, aku sudah cukup mempunyai seorang sahabat seperti Nico. Nico benar-benar berbeda dengan Jeremy. Jeremy yang dulu ternyata selalu aku damba-damba kan, ternyata seperti ini. Sungguh aku sangat kecewa – menyesal. Sudahlah jangan di pikirkan lagi. Tetapi tetap akan aku simpan di hati dan pikiran ini, ‘JMY, My First Love “
Jumat, 24 September 2010
Saat terakhir
“Aku ngga mau tau! Pokoknya aku mau kita putus!” Tegas Nanda setengah berteriak
”Tapi kenapa kita putus Nda?” Jawab Aldy
”Gw udah punya orang yang lebih baik dari lo!”
”Tega kamu sama aku! Kamu tau aku sayang kamu kan?” Tanya Aldy
”Tau.Tapi gw ga comfort sama lo!”
”Kenapa kamu baru bilang sekarang?Kenapa kamu baru bilang pas aku dah sayang banget sama kamu?” Tanya Aldy emosi.
-Nanda merasa bersalah-
”Intinya lo dah tau gw engga sayang sama lo. Anggep aja engga pernah terjadi apa-apa diantara kita!makasih.” Jawab Nanda meninggalkan Aldy
Aldi mengejar Nanda dan memegang tanggannya.
”Tunggu, kamu harus jelasin sama aku!Jadi selama ini kamu bilang sayang ma aku itu bullshit?Kamu bohongin aku?”
”Lepas! Jangan ganggu gw!” Nanda melepas genggaman Aldy dan pergi berlalu.
-At home
Kenapa Nanda ninggalin gw kaya gini?kenapa dia tega sama gw?Apa salah gw sampai dia tega sama gw?Apa? Tanya Aldy dalam hati.Aldy sangat sedih di putusin sepihak sama Nanda.
Keesokan harinya Aldy melihat Nanda bermesraan dengan Anton yang tak lain dan tak bukan adalah sahabat Aldy. Aldy sangat hancur.Separuh jiwanya hilang entah kemana. Dia tak punya semangat hidup dan meratapi hubungannya yang telah usai dengan Nanda.Andi inggin menghajar Anton. Tpi dia tidak bisa menghajarnya karena Anton sahabatnya..Sesampainya Aldy dirumah, dia ditegur oleh ibunya.
”Aldy,kamu dari mana sayng?ko lemes sih?”
”Aku putus sama Nanda mah.Dia selingkuh.”jawab Aldy
”O...Nanda, mama juga pernah liat dia sama cowo. Tapi mama engga bilang sama kamu Dy. Maaf ya sayang.” Jawab Ibunya.
”Yang aku engga abis pikir Nanda selingkuh sama Anton ma.”
”Anton sahabat kamu itu?”
”Iya.” Jawab Aldy lemas.
”Sudah lupain aja si Nanda. Kamu pasti dapat yang lebih baik dari Nanda. Lagi pula dia tidak sebanding dengan kamu. Dia wanita dari kalangan bawah.” Jawab ibu Aldy mempengaruhi.
”Iya ma.Aku akan lupain dia!” JAWAB Aldy tegas.
Dari semenjak itu Aldy dan Nanda bila bertemu saling membuang muka, begitu pula bila Aldy bertemu dengan Anton. Rasa sayangnya berubah menjadi benci yang teramat dalam. Terlalu perih hatinya menerima kenyataan tersebut.
Selang tiga minggu, Aldy mendapatkan pengganti Nanda. Mora nama wanita yang cantik nan anggung, lembut,serta lugu yang berhasil menarik hati Aldy.
”Ka Aldy...” panggil Mora.
”Apa Mora sayang? Jangan panggil ka Aldy dong, panggil sayang aja!” Jawab Aldy menggoda.
”Ih...Ka Aldy pagi- pagi gini dah genit ih.”
”Kan kita dah jadian, jadi panggilnya engga usah pake ka lagi ya!” pinta Aldi lembut.
”Tapi malu kakak.” Jawab Mora
”Kenapa harus malu?” Tanya Aldy.
”Engga enak aja bilang sayang-sayang gitu.”
”Coba panggil aku SAYANG!” Pinta Aldy
”Sa...aa..yang. Iya sayang.” Jawab Mora cepat karena malu.
Aldy merangkulnya, meraka menjadi pasangan baru yang bahagia. Sedangkan Nanda menjadi cewe yang pemurung dan tidak terbuka sedang melihat kemesraan mereka dari kejauhan.
”Nandaaa” rangkul Anton.
”Apaan?” Jawab Nanda sewot sambil melepas rangkulan Anton.
”Galak amet mbak! Jealous ya?” Tanya Anton.
”Engga tuh! Biasa aja!” Jawab Nanda.
”Udahlah Nda, jujur aja sama gw! Keliatan tuh dari muka lo kalo lo lagi jealous.”
”Enggaaa.Udah dech lo jangan sotoy!” Jawab Nanda ketus.
”Nyeselkan mutusin Aldy sebihak?Kan dah gw bilang...
”Ah..stop sotoy lo!gw mau ngerjain pr.Minggir!” Potong Nanda.
Kriiiiiiinggg.....Jam pelajaran dimulai.
Nanda yang sedari tadi tidak menyimak apa yang di terangkan oleh guru gelagapan karena ditanya.
”Ya,apa jawabannya Nanda?” Tanya Bu Her dengan logat batak yang kental.
”A? Anu bu...Em....” Gumam Nanda.
”Cepat Nanda!”
”Robert Hooke Nda.” Bisik Anton dari sebelahnya.
” em...Robert Hooke bu yang mengamati sel pertama kali dari sayatan gabus.” Jawab Nanda mantab.
”Lain kali dengarkan bila ibu sedang berbicara.” Perintah Bu Her.
”Lo kepikiran Aldy ya Nda?” Tanya Anton.
”Engga! Lagi ngantuk gw!” Jawab Nanda berbisik.
Kriiiiiiiingggg.....
”Ya anak- anak pelajaran hari ini cukup sampai disini.”
”Nton, maafin gw ya..”
”Maaf buat apa?” tanya Anton bingung.
”Gara-gara gw lo jadi musuhan sama Aldy” Jawab Nanda.
”O...iya ngga papa Nda. Kita kan temen. Harus saling ngebantu.”
”Terima kasih ya Nton.”
”Iya...Lo mau pulang ngga?”Tanya Anton.
”Engga Nton. Gw mesti kerja..hehe...”
”Ya udah ayo ikut gw aja! Gw anterin!” Bujuk Anton.
Nanda memang bekerja untuk meneruskan sekolahnya. Dia pekerja keras karena kedua orang tuanya telah tiada sejak ia kecil. Dia bekerja di salah satu restoran.
”Misi mas.Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Nanda kepada seorang pelanggan yang ternyata itu Aldy.
”Yang,kamu mau apa?” Tanya Aldy kepada Mora.
”Aku mau steak sama orange juice. Kamu yang? Jawab Mora
”Aku sama aja dech sama kamu yang.” Jawab Aldy
”Steak 2, orange juice 2 ya mbak!”Pesan Aldy kepada Nanda yang hatinya sedang terbakar.
”Owh..iya mas. Steak 2, orange juice 2. Ada yang bisa saya bantu lagi? Jawab Nanda.
”Engga dech nanti aja.Jawab Aldy stay cool
15 menit Aldy dan Mora menunggu.Ketika Nanda hendak menyuguhkan makanan tersebut, dia tersandung dan minumannya tumpah ke Mora.
”Ma..maaf ya mbak, saya ngga sengaja!” pinta Nanda
”Eh, Lo kalo bawa makanan yang bener dong!” Bentak Aldy
”Maaf mas saya ngga sengaja!” Nanda berusaha membela diri.
”Udahlah yang...Jangan marah-marah gitu!” Bujuk Mora.
Keributan ini membuat mananger restoran tersebut menghampiri.
”Maaf ya mas atas kecerobohan pelayan kami. Karena kecerobohannya, mbak dan mas mendapat free minuman.”
”Nanda, nanti keruangan saya!” perintah mananger itu.
*In mananger room.
”Kamu tau kesakahan kamu?”
”Tau pak. Saya menumpahkan minuman kepada pelanggan.” Jawab Nanda.
”Gara-gara kamu kita rugi hari ini. Gaji kamu saya potong!” Kata mananger tegas.
”Maafin saya pak. Lain kali tidak akan terulang lagi!” Jawab Nanda.
”Ya sudah sana keluar. Jangan diulang lagi kesalahan kamu!”Perintah mananger.
Waktunya closing restoran dan pulang. Jauh Nanda berjalan, dia berjalan lunglai dari restoran tempat ia bekerja.Pikirannya entah berada dimana.Dia berusaha menghubungi Aldy,tetapi tidak di angkat. Padahal ia ingin meminta maaf atas kesalahannya memutuskan Aldy sepihak dan membuat Aldy sakit hati. Karena tidak di angkat,Nanda sms Aldy.
” Maafin gw Dy, gw tau gw salah sama lo.Tapi gw baru minta maaf sama lo sekarang.Semoga lo bahagia sama Mora.” Aldy membaca pesan singkat dari Nanda tersebut, tapi dia mengacuhkannya.
Nanda menghubungi Anton.
”Hallo Anton...Ni gw Nanda.” Nanda menangis.
”Lo kenapa Nda?Ko nangis?” Tanya Anton lembut.
”Bener kata lo Nton, gw nyesel mutusin Aldy. Tapi gw minta maaf sama dia, tapi ga ditanggepin.huhuhu...gw emang keterlaluan banget. Gw salah banget sama dia Nton.”
”Jangan nangis dong Nda, gw jadi sedih ney! Mungkin aja Aldy lagi sibuk atau udah tidur!” Jawab Anton.
”Huhuhu...isak tangis Nanda terdengar amat jelas dan ketia ia hendak menyebrang
”Tiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnn....Aaaaakkh..”
Nanda tertabrak mobil yang kecepatannya tinggi dan mobil tersebut meninggalkan Nanda yang tergeletak erlumuran darah dan dikelilingi orang.
”Nanda...Nd, lo ngga papa kan?Nanda jawab dong nan...”Tanya Anton panik di telepon karena tak ada jawaban dari Nanda.
Salah satu orang yang ada disana menemukan hp Nanda dan menjawab telepon masuk tersebut.
”Hallo..”
”Hallo..” Jawab Anton panik.
”Mas,ini temennya kecelakaan, dia ditabrak mobil.” Jawab orang tersebut.
”Mas, tolong temen saya dibawa ke Rumah Sakit terdekat ya mas. Maaf ini posisinya dimana ya?” Tanya Anton gugup.
”Iya nas.ini kami sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Mitra Bekasi.”
”Makasih ya mas.tuuuutt...” Jawab Anton dan langsung terputus pembicaraan.
Ketika Anton dijalan sedang menuju Rumah Sakit,Hpnya berdering karena mendapat telpon dari nomornya Nanda.
”Hallo mas. Maaf teman anda sudah tiada..” kata orang di seberang sana.
”Apa?” Anton shock tak bisa berbicara apa- apa.
”Hallo ma...”
” Ya mas, makasih ya. Saya sedang di jalan menuju rumah sakit.” Jawab Anton sedih.
Tuuuuuuutt...
Anton berusaha menelepon Aldy, tapi tidak di angkat karena Aldy sedang bersama Mora dan Anton mengsms Aldy.
”Dy, Nanda udah ngga ada, Dia kecelakaan tadi jam 9.00. Sekarang dia di Rumah Sakit Mitra.”
Aldy shock bukan main karena 2 jam yang lalu Aldy menerima sms dari Nanda.Dia amat menyesal karena tidak memaafkan Nandasaat itu juga.Aldy juga langsung melesat ke Rumah Sakit. Di sana ia bertemu dengan Anton yang sedang sedih.
”Nton, Nanda bener dah ngga ada? Sabar ya Ton.” Tanya Aldy hati- hati.
”Di luar aja ngomongnya!” Jawab Anton.
Di luar Anton menghajar Aldy.
Buaakzz
”Lo kenapa mukul gw?” Tanya Aldy ngga terima.
”Itu karena lo bego! Nanda tuh minta maaf tulus ke elo, tapi malah ngga lo tanggepin. Kelewatan lo!” Jawab Anton cepat.
”Gw terlalu sakit sama lo berdua!” Jawab Aldy memukul balik.
”Lo sakit, Nanda lebih sakit! Dia mutusin lo gara- gara nyokap lo neken dia terus. Ngerti lo?”
”Nyokap gw?” Tanya Aldy bingung.
”Iya Nyokap lo neror Nanda biar ngejauh dari lo! Puas lo dia udah ngga ada?”Buaaaakk...”
”Jadi selama ini yang ngebuat semua ini ngga karuan nyokap gw sendiri?”
Menetes air mata Aldy tak tertahankan kehilangan Nanda dan mendengar penjelasan Anton yang tak pernah menjadi pacar Nanda.
”Sabar Dy, Nanda dah pergi.Maafin aja dia biar tenang!” Pinta Anton menenangkan sahabatnya itu.
*Keesokkannya hari di pemakaman.
”Maafin aku ya Nda, aku ngga tau apa yang kamu lakuin buat aku. Aku minta maaf dah ngeganti kamu sama Mora padahal kamu dah berkorban buat aku. Maavin aku juga karena aku ga bisa ngebahagiain kamu di saat- saat terakhir kamu.”
”Tapi kenapa kita putus Nda?” Jawab Aldy
”Gw udah punya orang yang lebih baik dari lo!”
”Tega kamu sama aku! Kamu tau aku sayang kamu kan?” Tanya Aldy
”Tau.Tapi gw ga comfort sama lo!”
”Kenapa kamu baru bilang sekarang?Kenapa kamu baru bilang pas aku dah sayang banget sama kamu?” Tanya Aldy emosi.
-Nanda merasa bersalah-
”Intinya lo dah tau gw engga sayang sama lo. Anggep aja engga pernah terjadi apa-apa diantara kita!makasih.” Jawab Nanda meninggalkan Aldy
Aldi mengejar Nanda dan memegang tanggannya.
”Tunggu, kamu harus jelasin sama aku!Jadi selama ini kamu bilang sayang ma aku itu bullshit?Kamu bohongin aku?”
”Lepas! Jangan ganggu gw!” Nanda melepas genggaman Aldy dan pergi berlalu.
-At home
Kenapa Nanda ninggalin gw kaya gini?kenapa dia tega sama gw?Apa salah gw sampai dia tega sama gw?Apa? Tanya Aldy dalam hati.Aldy sangat sedih di putusin sepihak sama Nanda.
Keesokan harinya Aldy melihat Nanda bermesraan dengan Anton yang tak lain dan tak bukan adalah sahabat Aldy. Aldy sangat hancur.Separuh jiwanya hilang entah kemana. Dia tak punya semangat hidup dan meratapi hubungannya yang telah usai dengan Nanda.Andi inggin menghajar Anton. Tpi dia tidak bisa menghajarnya karena Anton sahabatnya..Sesampainya Aldy dirumah, dia ditegur oleh ibunya.
”Aldy,kamu dari mana sayng?ko lemes sih?”
”Aku putus sama Nanda mah.Dia selingkuh.”jawab Aldy
”O...Nanda, mama juga pernah liat dia sama cowo. Tapi mama engga bilang sama kamu Dy. Maaf ya sayang.” Jawab Ibunya.
”Yang aku engga abis pikir Nanda selingkuh sama Anton ma.”
”Anton sahabat kamu itu?”
”Iya.” Jawab Aldy lemas.
”Sudah lupain aja si Nanda. Kamu pasti dapat yang lebih baik dari Nanda. Lagi pula dia tidak sebanding dengan kamu. Dia wanita dari kalangan bawah.” Jawab ibu Aldy mempengaruhi.
”Iya ma.Aku akan lupain dia!” JAWAB Aldy tegas.
Dari semenjak itu Aldy dan Nanda bila bertemu saling membuang muka, begitu pula bila Aldy bertemu dengan Anton. Rasa sayangnya berubah menjadi benci yang teramat dalam. Terlalu perih hatinya menerima kenyataan tersebut.
Selang tiga minggu, Aldy mendapatkan pengganti Nanda. Mora nama wanita yang cantik nan anggung, lembut,serta lugu yang berhasil menarik hati Aldy.
”Ka Aldy...” panggil Mora.
”Apa Mora sayang? Jangan panggil ka Aldy dong, panggil sayang aja!” Jawab Aldy menggoda.
”Ih...Ka Aldy pagi- pagi gini dah genit ih.”
”Kan kita dah jadian, jadi panggilnya engga usah pake ka lagi ya!” pinta Aldi lembut.
”Tapi malu kakak.” Jawab Mora
”Kenapa harus malu?” Tanya Aldy.
”Engga enak aja bilang sayang-sayang gitu.”
”Coba panggil aku SAYANG!” Pinta Aldy
”Sa...aa..yang. Iya sayang.” Jawab Mora cepat karena malu.
Aldy merangkulnya, meraka menjadi pasangan baru yang bahagia. Sedangkan Nanda menjadi cewe yang pemurung dan tidak terbuka sedang melihat kemesraan mereka dari kejauhan.
”Nandaaa” rangkul Anton.
”Apaan?” Jawab Nanda sewot sambil melepas rangkulan Anton.
”Galak amet mbak! Jealous ya?” Tanya Anton.
”Engga tuh! Biasa aja!” Jawab Nanda.
”Udahlah Nda, jujur aja sama gw! Keliatan tuh dari muka lo kalo lo lagi jealous.”
”Enggaaa.Udah dech lo jangan sotoy!” Jawab Nanda ketus.
”Nyeselkan mutusin Aldy sebihak?Kan dah gw bilang...
”Ah..stop sotoy lo!gw mau ngerjain pr.Minggir!” Potong Nanda.
Kriiiiiiinggg.....Jam pelajaran dimulai.
Nanda yang sedari tadi tidak menyimak apa yang di terangkan oleh guru gelagapan karena ditanya.
”Ya,apa jawabannya Nanda?” Tanya Bu Her dengan logat batak yang kental.
”A? Anu bu...Em....” Gumam Nanda.
”Cepat Nanda!”
”Robert Hooke Nda.” Bisik Anton dari sebelahnya.
” em...Robert Hooke bu yang mengamati sel pertama kali dari sayatan gabus.” Jawab Nanda mantab.
”Lain kali dengarkan bila ibu sedang berbicara.” Perintah Bu Her.
”Lo kepikiran Aldy ya Nda?” Tanya Anton.
”Engga! Lagi ngantuk gw!” Jawab Nanda berbisik.
Kriiiiiiiingggg.....
”Ya anak- anak pelajaran hari ini cukup sampai disini.”
”Nton, maafin gw ya..”
”Maaf buat apa?” tanya Anton bingung.
”Gara-gara gw lo jadi musuhan sama Aldy” Jawab Nanda.
”O...iya ngga papa Nda. Kita kan temen. Harus saling ngebantu.”
”Terima kasih ya Nton.”
”Iya...Lo mau pulang ngga?”Tanya Anton.
”Engga Nton. Gw mesti kerja..hehe...”
”Ya udah ayo ikut gw aja! Gw anterin!” Bujuk Anton.
Nanda memang bekerja untuk meneruskan sekolahnya. Dia pekerja keras karena kedua orang tuanya telah tiada sejak ia kecil. Dia bekerja di salah satu restoran.
”Misi mas.Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Nanda kepada seorang pelanggan yang ternyata itu Aldy.
”Yang,kamu mau apa?” Tanya Aldy kepada Mora.
”Aku mau steak sama orange juice. Kamu yang? Jawab Mora
”Aku sama aja dech sama kamu yang.” Jawab Aldy
”Steak 2, orange juice 2 ya mbak!”Pesan Aldy kepada Nanda yang hatinya sedang terbakar.
”Owh..iya mas. Steak 2, orange juice 2. Ada yang bisa saya bantu lagi? Jawab Nanda.
”Engga dech nanti aja.Jawab Aldy stay cool
15 menit Aldy dan Mora menunggu.Ketika Nanda hendak menyuguhkan makanan tersebut, dia tersandung dan minumannya tumpah ke Mora.
”Ma..maaf ya mbak, saya ngga sengaja!” pinta Nanda
”Eh, Lo kalo bawa makanan yang bener dong!” Bentak Aldy
”Maaf mas saya ngga sengaja!” Nanda berusaha membela diri.
”Udahlah yang...Jangan marah-marah gitu!” Bujuk Mora.
Keributan ini membuat mananger restoran tersebut menghampiri.
”Maaf ya mas atas kecerobohan pelayan kami. Karena kecerobohannya, mbak dan mas mendapat free minuman.”
”Nanda, nanti keruangan saya!” perintah mananger itu.
*In mananger room.
”Kamu tau kesakahan kamu?”
”Tau pak. Saya menumpahkan minuman kepada pelanggan.” Jawab Nanda.
”Gara-gara kamu kita rugi hari ini. Gaji kamu saya potong!” Kata mananger tegas.
”Maafin saya pak. Lain kali tidak akan terulang lagi!” Jawab Nanda.
”Ya sudah sana keluar. Jangan diulang lagi kesalahan kamu!”Perintah mananger.
Waktunya closing restoran dan pulang. Jauh Nanda berjalan, dia berjalan lunglai dari restoran tempat ia bekerja.Pikirannya entah berada dimana.Dia berusaha menghubungi Aldy,tetapi tidak di angkat. Padahal ia ingin meminta maaf atas kesalahannya memutuskan Aldy sepihak dan membuat Aldy sakit hati. Karena tidak di angkat,Nanda sms Aldy.
” Maafin gw Dy, gw tau gw salah sama lo.Tapi gw baru minta maaf sama lo sekarang.Semoga lo bahagia sama Mora.” Aldy membaca pesan singkat dari Nanda tersebut, tapi dia mengacuhkannya.
Nanda menghubungi Anton.
”Hallo Anton...Ni gw Nanda.” Nanda menangis.
”Lo kenapa Nda?Ko nangis?” Tanya Anton lembut.
”Bener kata lo Nton, gw nyesel mutusin Aldy. Tapi gw minta maaf sama dia, tapi ga ditanggepin.huhuhu...gw emang keterlaluan banget. Gw salah banget sama dia Nton.”
”Jangan nangis dong Nda, gw jadi sedih ney! Mungkin aja Aldy lagi sibuk atau udah tidur!” Jawab Anton.
”Huhuhu...isak tangis Nanda terdengar amat jelas dan ketia ia hendak menyebrang
”Tiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnn....Aaaaakkh..”
Nanda tertabrak mobil yang kecepatannya tinggi dan mobil tersebut meninggalkan Nanda yang tergeletak erlumuran darah dan dikelilingi orang.
”Nanda...Nd, lo ngga papa kan?Nanda jawab dong nan...”Tanya Anton panik di telepon karena tak ada jawaban dari Nanda.
Salah satu orang yang ada disana menemukan hp Nanda dan menjawab telepon masuk tersebut.
”Hallo..”
”Hallo..” Jawab Anton panik.
”Mas,ini temennya kecelakaan, dia ditabrak mobil.” Jawab orang tersebut.
”Mas, tolong temen saya dibawa ke Rumah Sakit terdekat ya mas. Maaf ini posisinya dimana ya?” Tanya Anton gugup.
”Iya nas.ini kami sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Mitra Bekasi.”
”Makasih ya mas.tuuuutt...” Jawab Anton dan langsung terputus pembicaraan.
Ketika Anton dijalan sedang menuju Rumah Sakit,Hpnya berdering karena mendapat telpon dari nomornya Nanda.
”Hallo mas. Maaf teman anda sudah tiada..” kata orang di seberang sana.
”Apa?” Anton shock tak bisa berbicara apa- apa.
”Hallo ma...”
” Ya mas, makasih ya. Saya sedang di jalan menuju rumah sakit.” Jawab Anton sedih.
Tuuuuuuutt...
Anton berusaha menelepon Aldy, tapi tidak di angkat karena Aldy sedang bersama Mora dan Anton mengsms Aldy.
”Dy, Nanda udah ngga ada, Dia kecelakaan tadi jam 9.00. Sekarang dia di Rumah Sakit Mitra.”
Aldy shock bukan main karena 2 jam yang lalu Aldy menerima sms dari Nanda.Dia amat menyesal karena tidak memaafkan Nandasaat itu juga.Aldy juga langsung melesat ke Rumah Sakit. Di sana ia bertemu dengan Anton yang sedang sedih.
”Nton, Nanda bener dah ngga ada? Sabar ya Ton.” Tanya Aldy hati- hati.
”Di luar aja ngomongnya!” Jawab Anton.
Di luar Anton menghajar Aldy.
Buaakzz
”Lo kenapa mukul gw?” Tanya Aldy ngga terima.
”Itu karena lo bego! Nanda tuh minta maaf tulus ke elo, tapi malah ngga lo tanggepin. Kelewatan lo!” Jawab Anton cepat.
”Gw terlalu sakit sama lo berdua!” Jawab Aldy memukul balik.
”Lo sakit, Nanda lebih sakit! Dia mutusin lo gara- gara nyokap lo neken dia terus. Ngerti lo?”
”Nyokap gw?” Tanya Aldy bingung.
”Iya Nyokap lo neror Nanda biar ngejauh dari lo! Puas lo dia udah ngga ada?”Buaaaakk...”
”Jadi selama ini yang ngebuat semua ini ngga karuan nyokap gw sendiri?”
Menetes air mata Aldy tak tertahankan kehilangan Nanda dan mendengar penjelasan Anton yang tak pernah menjadi pacar Nanda.
”Sabar Dy, Nanda dah pergi.Maafin aja dia biar tenang!” Pinta Anton menenangkan sahabatnya itu.
*Keesokkannya hari di pemakaman.
”Maafin aku ya Nda, aku ngga tau apa yang kamu lakuin buat aku. Aku minta maaf dah ngeganti kamu sama Mora padahal kamu dah berkorban buat aku. Maavin aku juga karena aku ga bisa ngebahagiain kamu di saat- saat terakhir kamu.”
I LOVE U (Kacamata Kodok)
Pagi yang indah,aku begitu bersemangat mengawali hari ini....
meski hatiku terasa sedih saat malam menjemput kebingungan melanda hatiku yang membuatku bimbang,ada seorang cowo yang jelas ngpens banget kayanya sama aku..?hehehe bangga banget sih aku?!!!!!hatiku berkata... tapi cowo itu berlebihan memujaku,memujiku bagaikan bidadari yang selalu ada dihidupnya tapi cowo itu KEONG RACUN...!!!!!!!!UPZ...Salah namanya katanya sih Resa tapi gak pentinglah untuk dibahas...!!!!hehe...
oya sampe lupa aku nala aku cewe anggun yang lembut dan sedikit berbicara alias pendiam?hehehe.., aku paling suka mencurahkan perkataan dan perasaanku kedalam sebuah lembaran kertas kosong dan berbalut smpul berwarna biru muda,.i like biru muda.... hehehe...
aku murah senyum loh,makanya aku suka disebut temen-temen aku cengengesan abisnya apa-apa senyum tapi baguslah senyum itu kan ibadah...?!!iya gk?iya gak?hmmmpt....ini kisah senduku kutuangkan ini agar rasa ini tak terlalu sesak kupendam didalam hati...
dret...dret.... "hmmmpt...sms dari sapa nc?hah...yoga?tumben dia sms aku,!!" "hy..gy apa nc?"tanyanya lewat sms... aku balas sms itu "hy jga...gy bersiin rumah nc?jawabku... hmmmpt...lama sekali aku tak bertemu dengannya mungkin 1tahun aku tak berkomunikasi dengannya aku dapet no dia aja pas kmren chat bareng yaudah karena mersa lama banget dan kebetulan aku dah lama memendam rasa suka dengannya dan mendapatkan nonya kembali tak mau kutunggu lama dia sms aku langsung sms dia duluan...
beberapa menit kemudian setelah lama ku mulai akrab kembali dengannya dan hampir setiap hari aku mendapatkan sms darinya.lalu satu kata KANGEN terucap darinya.... hmmmmpt...hatiku melayang ketika dia mengucapkan itu,tak pernah kuduga cowo sedingin dia mengucapkan kata semanis itu,. aku menjawab jujur karena memang aku kangen juga malah sangat kangen sama dia kekonyolan,senyumannya yang khas tak lupa kacamatanya yang terlihat tebal semakin menambah ingatanku tentangnya saat masih duduk dibangku SMP dulu.Sampai-sampai aku dan sahabatku menjulukinya Kacamata kodok..?!hehe...
Tak ada yang disembunyikan lagi diantara kita karena kami sangat terbuka satu sama lain namun saat itu dia berkata "AKU SUKA KAMU SEJAK DULU bahkan aku mengharapkan kamu sesekolahan denganku nal,..!!!sms itu cukup menaruh penyasalan bagiku kenapa dia tak mengatakan ini sebelumnya,sebelum aku mencabut pendaftaranku,sebelum keyakinanku masuk kesekolahanku sekarang,sebelum aku berpacaran dengan mantanku,sebelum semua itu karena bagiku kamulah yang pertama yang ada dihatiku walaupun akhirnya aku berpacaran dengan ilham teman sebangku tapi jujur hati aku tetap menyimpan rasa istimewa ini padamu...
diapun meneruskan kata-kata smsnya"Aku takut kamu belum bisa melupakn ilham nal,sehingga aku tutup mulut ini dan kusimpan perasaan ini setelah aku nenar-benar yakin kamu telah melupakan ilham.dan mungkin ini waktu yang tepat untuk ku ucapkan aku sayang kamu nal,kamu mau gak jadi pacar aku?" ku masih tak percaya yoga mengucapkan itu aku sedikit ragu saat itu namun sungguh aku tak bisa menahan kebahagiaan ini "Aku juga sayang sama kamu yog jauh sebelum aku mengenal ilham namun kamu terlalu cuek sedangkan ilham terus mendekat dan membuat aku lupa sama kamu yog..." "mengapa saat itu kamu tak membari sinyal padaku nal?"ledeknya.... "Ya,abisnya kamu yang so,cool padahal gak cool juga buat aku jadi ilfeel sdikit ama kamu yog?hehehe" jawabku...
komunikasi itu terus berlanjut aku kira semua hanya candaannya saja namun dia terus menanyakan jawabanku hingga dia menyodorkan pertanyaan "Y,klo mmng km msh ragu mending untk saat ini kita kaka"n ama ade"n aja?gmna ?trus jwbannya kaka tunggu ya ktika kita bertemu?!janji yah!!hehehe... "OK kaka" celotehku... memang lucu tapi aku waktu itu tak terbiasa memanggailnya dengan sebutan kaka karena biasanya kan aku yang suka disebut kaka dirumah?!hehe...
Berbulan-bulan berlalu aku masih belum bertemu dan berniat untuk bertemu dengannya aku tak bisa berlama-lama menunggunya,.
kemudian saat aku iseng berjalan dengan sepupu ku mia menuju perpustakaan daerah tak sengaja kumelihat seorang pria memakai kos putih polos dengan kacamta tebal "nala,nala,itu...itu...kayanya aku pernah ngliat orang itu..,sapa ya?oooooh...Yoga2 iya itu yoga!!!! aku menoleh dan ternyata........... semakin menjauh-jauh....jauh.......dan jauh........... padahal ingin ku berteriak dan berkata I LOVE U ka....ka....ka....KACAMATA KODOK.....
meski hatiku terasa sedih saat malam menjemput kebingungan melanda hatiku yang membuatku bimbang,ada seorang cowo yang jelas ngpens banget kayanya sama aku..?hehehe bangga banget sih aku?!!!!!hatiku berkata... tapi cowo itu berlebihan memujaku,memujiku bagaikan bidadari yang selalu ada dihidupnya tapi cowo itu KEONG RACUN...!!!!!!!!UPZ...Salah namanya katanya sih Resa tapi gak pentinglah untuk dibahas...!!!!hehe...
oya sampe lupa aku nala aku cewe anggun yang lembut dan sedikit berbicara alias pendiam?hehehe.., aku paling suka mencurahkan perkataan dan perasaanku kedalam sebuah lembaran kertas kosong dan berbalut smpul berwarna biru muda,.i like biru muda.... hehehe...
aku murah senyum loh,makanya aku suka disebut temen-temen aku cengengesan abisnya apa-apa senyum tapi baguslah senyum itu kan ibadah...?!!iya gk?iya gak?hmmmpt....ini kisah senduku kutuangkan ini agar rasa ini tak terlalu sesak kupendam didalam hati...
dret...dret.... "hmmmpt...sms dari sapa nc?hah...yoga?tumben dia sms aku,!!" "hy..gy apa nc?"tanyanya lewat sms... aku balas sms itu "hy jga...gy bersiin rumah nc?jawabku... hmmmpt...lama sekali aku tak bertemu dengannya mungkin 1tahun aku tak berkomunikasi dengannya aku dapet no dia aja pas kmren chat bareng yaudah karena mersa lama banget dan kebetulan aku dah lama memendam rasa suka dengannya dan mendapatkan nonya kembali tak mau kutunggu lama dia sms aku langsung sms dia duluan...
beberapa menit kemudian setelah lama ku mulai akrab kembali dengannya dan hampir setiap hari aku mendapatkan sms darinya.lalu satu kata KANGEN terucap darinya.... hmmmmpt...hatiku melayang ketika dia mengucapkan itu,tak pernah kuduga cowo sedingin dia mengucapkan kata semanis itu,. aku menjawab jujur karena memang aku kangen juga malah sangat kangen sama dia kekonyolan,senyumannya yang khas tak lupa kacamatanya yang terlihat tebal semakin menambah ingatanku tentangnya saat masih duduk dibangku SMP dulu.Sampai-sampai aku dan sahabatku menjulukinya Kacamata kodok..?!hehe...
Tak ada yang disembunyikan lagi diantara kita karena kami sangat terbuka satu sama lain namun saat itu dia berkata "AKU SUKA KAMU SEJAK DULU bahkan aku mengharapkan kamu sesekolahan denganku nal,..!!!sms itu cukup menaruh penyasalan bagiku kenapa dia tak mengatakan ini sebelumnya,sebelum aku mencabut pendaftaranku,sebelum keyakinanku masuk kesekolahanku sekarang,sebelum aku berpacaran dengan mantanku,sebelum semua itu karena bagiku kamulah yang pertama yang ada dihatiku walaupun akhirnya aku berpacaran dengan ilham teman sebangku tapi jujur hati aku tetap menyimpan rasa istimewa ini padamu...
diapun meneruskan kata-kata smsnya"Aku takut kamu belum bisa melupakn ilham nal,sehingga aku tutup mulut ini dan kusimpan perasaan ini setelah aku nenar-benar yakin kamu telah melupakan ilham.dan mungkin ini waktu yang tepat untuk ku ucapkan aku sayang kamu nal,kamu mau gak jadi pacar aku?" ku masih tak percaya yoga mengucapkan itu aku sedikit ragu saat itu namun sungguh aku tak bisa menahan kebahagiaan ini "Aku juga sayang sama kamu yog jauh sebelum aku mengenal ilham namun kamu terlalu cuek sedangkan ilham terus mendekat dan membuat aku lupa sama kamu yog..." "mengapa saat itu kamu tak membari sinyal padaku nal?"ledeknya.... "Ya,abisnya kamu yang so,cool padahal gak cool juga buat aku jadi ilfeel sdikit ama kamu yog?hehehe" jawabku...
komunikasi itu terus berlanjut aku kira semua hanya candaannya saja namun dia terus menanyakan jawabanku hingga dia menyodorkan pertanyaan "Y,klo mmng km msh ragu mending untk saat ini kita kaka"n ama ade"n aja?gmna ?trus jwbannya kaka tunggu ya ktika kita bertemu?!janji yah!!hehehe... "OK kaka" celotehku... memang lucu tapi aku waktu itu tak terbiasa memanggailnya dengan sebutan kaka karena biasanya kan aku yang suka disebut kaka dirumah?!hehe...
Berbulan-bulan berlalu aku masih belum bertemu dan berniat untuk bertemu dengannya aku tak bisa berlama-lama menunggunya,.
kemudian saat aku iseng berjalan dengan sepupu ku mia menuju perpustakaan daerah tak sengaja kumelihat seorang pria memakai kos putih polos dengan kacamta tebal "nala,nala,itu...itu...kayanya aku pernah ngliat orang itu..,sapa ya?oooooh...Yoga2 iya itu yoga!!!! aku menoleh dan ternyata........... semakin menjauh-jauh....jauh.......dan jauh........... padahal ingin ku berteriak dan berkata I LOVE U ka....ka....ka....KACAMATA KODOK.....
Langganan:
Postingan (Atom)