Senin, 26 Maret 2012

Putus Cinta Gara-gara Status Facebook (Mulutmu Harimaumu)

13303420661545324942
Baru saja merebahkan diri dikasur sambil meregangkan otot dan pinggang yang tidak terlalu sakit :p
handset juga baru saja menempel di kuping. dengan mata yang sayup-sayup mantengin acara gilanya si Mr. tukul, terlihat sepupuku masuk kamar dengan mata sembab dan badan yang lunglai. sekilas saya pun langsung bisa menyimpulkan ” waahh.. pasti lagi ada masalah nih sama cowo nya, lebih tepatnya PUTUS ! ” lalu dia pun duduk disamping saya dengan mata yang tambah semakin sipit karena memang sudah dari sononya sipit :D
kenapa lu ?? tanyaku dengan ekpresi datar. gw di putusin mba.. jawabnya dengan suara yang sedikit bergetar. tapi nampak ada guratan kekesalan di wajahnya. Nah lho.. knpa ??  kok bisa ? tanyaku sembari melepas handset yang sedari tadi memang masih menempel di kuping. sesaat saya pasang wajah serius lagaknya seorang psikolog yang lagi ngadepin pasiennya. hihiii.. panggil saja Devi.. umurnya kira-kira masih 14 tahun. lebih simplenya seorang Ababil ABG labil #kata teman :D

Jangan Gugat Aku dengan Hobby-ku!


Berawal dari sebuah obrolan yang ku kira hanyalah sapaan biasa. bahkan mungkin bisa ku bilang sebagai obrolan basa-basi. dan juga segala canda tawa yang lagi-lagi ku kira sebagai candaan Friendly. tapi.. entahlah,  aku pun tak bisa mengartikan apa arti dari semua itu. yang ku anggap sebagai candaan dan gombalan yang seperti saat ini mereka gencarkan di luar sana.  2 hari berlalu dengan segala kekonyolannya.. yang mungkin  sebagian orang beranggapan itu semua wajar dilakukan oleh seorang yang lagi atau sedang jatuh cinta #katanya. tapi bagiku ?? entahlah.. aku pun tidak bisa memberikan kesimpulan. dengan segala obrolan yang mungkin mereka bilang itu semua adalah awal pendekatan dari seorang pria terhadap lawan jenisnya. dan aku pun bersikap baik sebaik yang ku bisa, tanpa sedikitpun berniat menyinggung bahkan menyakiti perasaannya. dengan sikap yang ku rangkai seperti sikapku dengan semua teman-temanku (tanpa terkecuali).

Moga Bunda Disayang Allah…


Bismillah.. dengan menyebut berkali-kali hamdalah serta pengharapan yang tiada berujung. pengharapan untuk keselamatan dan kebahagiaan Ibu yang senantiasa selalu ku harapkan. keinginan untuk sedikit memberi arti bahagia memang serasa tak mampu terjamah oleh ku. tapi dengan segala keterbatasan dan niat yang tulus sebagai seorang anak yang mempunyai bakti untuk kedua orang tuanya memang tak perlu di pertanyakan lagi.
ya. inilah aku… dengan darah dan air susu beliaulah saya diberi kehidupan sampai akhirnya saya mampu menjadi sebentuk jasad yang bernyawa. dengan kasih dan kelembutan beliau juga lah saya menjadi pribadi yang sesungguhnaya amat sangat mengagumi sosok pribadi sang ibu. bukan ku mengada… tapi ini nyata. melihat disetiap kegigihan dan kesabaran serta kelembutan beliaulah yang mampu membuat diri ini seakan tak perlu ragu bahkan malu untuk berkata AKU MENGAGUMI IBU KU. ya ! saya sangat mengagumi beliau.
Mamah.. maafkan segala bentuk salah dan dosa yang mungkin sempat tertoreh di lembutnya Qalbu mu, Maafkan.. maafkan.. maafkan. dan jika ku diberi kesempatan, sungguh.. ingin ku cuci dan ku cium telapak kakimu. sungguh.. ingin ku lakukan. sebagai tanda bakti cinta dan terimakasiku atas semua yang selama ini ku dapatkan darimu.
Mii Love you mom.. Always love you. whatever happens .. I’ll still love you. and may god always keep you. Amin

Orang Terpenting Itu Satu Per Satu DiambilNYA…


” Orang terpenting itu satu per satu diambilNYA… “
Belum reda dada ini dengan adanya kabar kalau sang kakek dalam keadaan memprihatinkan disana, pagi ini saya lewati dengan keyakinan hati kalau beliau baik-baik saja dikampung sana.  beliau memang sudah hampir 3 tahun hidup sendiri setelah ditinggalkan seorang istri, yaitu mbah putriku. bukan karena anak-anaknya yang tidak menginginkan beliau untuk tinggal bersama. melainkan karena beliau sendirilah yang kekeuh untuk memilih tinggal sendiri disana. walau dengan keadaan sakit-sakitan. sekitar hampir 2 bulan yang lalu beliau dibawa kejakarta untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak dari anak-anaknya disini. tapi apa yang terjadi ?? baru sekitar sebulan beliau bersi keras meminta untuk kembali ke kampung halamannya. berkali-kali permintaanya itu ditolak. mulai dari penolakan halus.. sampai penolakan yang mungkin saya rasa agak sedikit menyakiti hati beliau. ya, semua itu dilakukan semata-mata hanya untuk kebaikan dan kesembuhan beliau. hingga akhirnya… kami pun tidak lagi bisa mencegah keinginan beliau untuk memberi izin pulang kekampung halamannya, lebih tepatnya di daerah Brebes jawa tengah. dan 4 hari yang lalu.. beliau akhirnya nekat untuk pulang sendiri tanpa didampingi siapapun. sungguh… dalam hati kecil pun saya merasa tidak tega bahkan agak sedikit marah dengan perizinan anak-anaknya itu. ” seharusnya kalaupun beliau di izinkan untuk pulang mbokyao ada yang nemenin gth.. “ gerutuku dalam hati. tapi apalah daya… saya pun tidak bisa bertindak apa-apa selain menyimpan beribu-ribu do’a untuk kebaikannya. dan saya pun harus mengerti keadaan anak-anaknya yang memang lagi dalam keadaan mengurus pekerjaan masing-masing. begitu juga saya.. :(