Jumat, 03 Februari 2012

Malaikat Itu Mengenakan Seragam PNS…

” Malaikat itu mengenakan seragam PNS… “

Ngantuk ?? ya, pagi itu mentari seakan enggan untuk beranjak dari peraduannya. begitu pun saya..  dengan semangat ala kadarnya melangkahkan kaki menuju termpat dimana saya harus melakukan rutinitas sebagai seorang pegawai (buruh).  tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal..  hanya memerlukan kurang dari lima menit untuk sampai ketempat saya bekerja. cukup berjalan kaki tentunya..
angin dan udara pagi yang sejuk menambah suasana semakin nyaman jika kembali menarik selimut, pikirku. tapi sesegera mungkin angan itu ku sibak jauh dari otak. ya, bagaimana tidak.. baru keluar gerbang berjalan beberapa langkah menuju tempat saya bekerja,  saya di pertemukan dengan seoarang bapak paruh baya berjalan menarik gerobak sampahnya. motor dan kendaraan lain yang berlalu lalang menambah suasana yang teduh menjadi hidup. seakan semuanya berlomba-lomba mecari dan mencari rizki dengan segala aktifitasnya masing-masing. saya pun berjalan tepat di belakang gerobak sampah yang bapak itu tarik. wajahnya bulat.. dengan raut ketegaran yang saya tangkap, sekali lagi.. mungkin karena beliau ingin menunjukan kepada siapa saja yang melintasinya, kalau dirinya berkerja dan melakukan pekerjaan itu dengan hati penuh kegembiraan. tepatnya dengan rasa syukur mungkin. ditambah pula dengan perawakan dan postur tubuh yang terlihat kuat dan fat (gemuk). setelah beberapa langkah saya berjalan dibelakang gerobak sampah itu.. terlihat seorang pengendara motor memakai jaket kulit berwarna hitam pekat menghentikan laju motornya, yang saya kira.. seseorang itu hanya akan sekedar menerima telfon atau apalah. tidak disangka.. laki-laki gagah yang sepertinya seumuran dengan bapak pengangkut sampah itu.

Jumat, 20 Januari 2012

Catatan hati tak berbekas

Jiwa ku tertelan oleh asa ku sendiri..
seakan semua melayang terbang bebas mengepakan sebelah sayapnya.
tertatih tatih namun ia tetap beranjak..
bahkan sepintas ia memaksakan.

lalu kumbang pun mulai bertanya..

" bagaimana mungkin ia bisa terbang dengan sebilah sayap rapuhnya ?
sedangkan untuk merangkak pun ia berteman dengan kesakitan.
bagaimana mungkin ia bisa menemukan titik bahagianya ?
sedangkan untuk tersenyum pun ia sibak kan air matanya "

lalu aku pun menjawab dengan satu jawab yang pasti..

" karena ku punyai Ruh yang IA hembuskan ke jasad yang merapuh ini, dengan segenap cintaNya selalu menguatkan aku.. "







Kamis, 19 Januari 2012

~"~ Sebait nada dalam lautan asa.. ~"~

Tersirat makna dalam sebait kata..
menjelma menjadi kepingan asa yang terjamah.
dan jika terciptanya kata menjadikan napas dalam lara..
maka kan ku ukir seindah lautan asa yang membara.

biar ku nikmati segala asa menjemput tawa ku.
biar ku reguk segala lara pelebur nista ku.
biar ku racuni segala duka penawar tangis ku.
biar ku hentak kan segala belenggu penawar rapuh ku.

dan jika semuanya terangkai tanpa makna..
ijinkan aku tuk tetap menyimpan asa.


Rabu, 18 Januari 2012

" Subhanallah.. aku mencintainya "

 " Karena hati bicara.. "
Mencintai dan dicintai adalah dambaan setiap raga yang bernyawa, yang ku yakini tiada kata lelah untuk mengukir uraian cinta dalam kehidupan sehari-hari. hidup tanpa cinta bagai sayur tanpa garam #pepatah.
lalu bagaimana dengan kita ?? seperti itukah gambaran yang tepat untuk disimbolkan sebagai bentuk mahluk yang mempunyai sekeping hati ?? dan disaat sapaan lembutNya membawa pesan dalam bentuk cinta.. membawanya kedalam fitrah sebagai manusia yang di ciptakan untuk saling cinta mencintai. berbagai ungkapan dan ucapan mampu menerobos sisi kemanusiaan di bawah lautan cintaNya. lalu.. aku pun mampu berucap " Subhanallah.. aku mencintainya " satu rasa berbalut raga yang ku yakini mampu mengokohkan langkah untuk menuntun kejalanNya. Insya ALLAH...

" Bunga-bunga cinta indah bersemi
Diantara harap pinta padanya
Tuhan tautkanlah cinta di hati
Berpadu indah dalam mihrab cinta... "
 
( Bunga-bunga cinta )