Rabu, 22 Juni 2011

~"~ Karena hati ini milikNya ~"~

Alhamdulillah.. di tengah malam ini mata masih terjaga di balik mimpi mimpi mereka, ya malam ini seolah mata tak bisa terpejam. entah apa yang hadir di sebentuk hat ini. perasaan serasa ga bisa menerka apa yang ada di sudut qalbi ini. dan seperti biasanya.. di saat saat seperti ini kadang terlintas di otak untuk sekedar browsing. entah apa aja senemunya. hihiih.. dan malam ini, seolah saya di pertemukan kembali dengan masa masa silam. ya, masa lalu yang mungkin dulu saya anggap itu berharga. dimana disitu saya menemukan kebahagiaan kebahagiaan kecil. kadang sesekali saya tersenyum geli membaca apa yang dulu sempat saya tulis di sebuah website yang saya bikin. satu per satu saya coba untuk sekilas mengulik dari tulisan tulisan itu. dan alhasil.. tawa kecil dan sedikit terheran heran menghiasi wajah senduku ini. ehhe.. gimana tidak ?? ya, mungkin dulu disaat sedang di mabuk asmara dunia seolah milik berdua, dan yang lebih sadisnya mereka mereka kita anggap ngontrak.

Minggu, 19 Juni 2011

~"~ Bangkit diatas semua ujianNya ~"~

Alhamdulillah.. setelah beberapa minggu seakan jari ini kelu untuk sekedar menuangkan apa yang ada di ujung otak ini. hhmm.. serasa udah di ubun ubun tapi tak bisa jua untuk terungkap. ^_^
keadaan jiwa yang mungkin lagi atau sedang tidak stabil itulah yang kadang membuat saya sedikit lebih memilih diam. butuh proses memang.. untuk sekedar mengembalikan jiwa jiwa yang labil ini. dan tentunya sayapun tidak bosan untuk sekedar mencari sandaran untuk kambali menentramkan jiwa yang kering ini. hiihi ( Lebay lu mii akh.. ) ya, mencari cari nasehat dan tausiyah yang kembali menyegarkan qalbi. hhmm.. dan Alhamdulillah, dari berbagai uji dan coba yang saya alami kembali mengetuk dinding hati saya, agar selalu ingat dan kembali dekat denganNya. dan mungkin.. bagi saya sendiri adalah langkah awal saya menuju pendewasaan diri.( mirip lagu siapa yah.. hihihi ) ya, awal membuka satu langkah untuk mencari jati diri saya yang sebenarnya. yang sesungguhnya sampai detik inipun saya masih mencari cari.

~~ Untuk Kita ~~

ketika mereka bahagia dengan segala gelak tawanya, sedangkan kau sendiri menyepi merenungi dosa dosamu.
ketika mereka ramai bergandengan tangan, sedangkan kau bergelang tasbih memuji dan mengindahkan kebesarNya.
dan ketika mereka dengan bangganya bersenda gurau di ruang karaoke, sedangkan kau dengan merdunya melantunkan ayat-ayat suciNya di gelapnya malam.
Mereka boleh saja bergelak tawa, bersenda gurau, dan berbangga diri dengan keindahannya di dunia. sedangkan kita.. dengan kesendiriian, dengan renungan air mata, dan dengan segala kekerdilan di hadapanNya.
ketika kau meninggalkan akhirat, sesungguhnya kau akan di tinggalkan dunia. dan akan merugi dunia akhirat,  sedangkan jika kau memilih untuk mendekatkan diri ke akhirat, maka sesungguhnya kau akan di dekati dunia dan akan menggapai bahagia di akhirat kelak. Amin..

Minggu, 12 Juni 2011

Kiat jitu mempercantik wajah dgn TAHAJUD

sumber: milis muslimah_sholehah
Siapa yang tidak ingin tampil cantik? Kecantikan merupakan merupakah satu hal yang sangat diinginkan oleh para wanita. Mereka para kaum Hawa itu banyak yang telah mencoba berbagai kiat, baik dengan menggunakan berbagai kosmetik, pemutih atau menggunakan lulur, ekstrak bengkoang dan lain-lain agar wajahnya putih alami dan berseri.
Terlepas dari keberhasilan semua trik-trik di atas yang notabene masih dipertanyakan terlebih lagi mengandung zat-zat kimia yang berbahaya, kenapa tidak menggunakan kiat yang satu ini?
Apa kiatnya? Yaitu shalat tahajjud di malam hari.
Berkata Imam Ibnul Qayyim, Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya Ada sebagian istri yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih bagus.Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi Al-Istanbuli di bukunya Kado Perkawinan halaman 312 ketika mengutip perkataan Ibnul Qayyim di buku Raudha Ath-Thalibin. [1]
Perlu juga diingat bahwa kiat ini bukan cuma monopoli kaum Hawa saja, kaum Adam pun perlu juga menerapkannya.